Rabu, 08 Agustus 2018

DUA PERAWAT RUMAH SAKIT KETANGKAP SEDANG MELAKUKAN MESUM DI KAMAR MANDI

DUA PERAWAT RUMAH SAKIT KETANGKAP SEDANG MELAKUKAN MESUM DI KAMAR MANDI



DUA PERAWAT RUMAH SAKIT KETANGKAP SEDANG MELAKUKAN MESUM DI KAMAR MANDI


AGEN POKER Dua orang oknum pegawai Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Cepu, Blora, Jawa Tengah harus diberhentikan dari pekerjaannya.

Keduanya diduga sudah berbuat mesum di dalam kamar mandi RS pada siang hari. Akibatnya, kedua orang itu harus dipecat manajemen rumah sakit.

Kedua oknum tersebut berinisial JS dan IS. Mereka berdua karyawan yang bertugas sebagai perawat Rumah Sakit di RS PKU Muhammadiyah Cepu.

Hubungan asmara antar keduannya, disinyalir sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, pihak RS pernah melakukan pembinaan kepada kedua orang yang bersangkutan.

Puncaknya pada pekan lalu, saat keduannya kepergok  oleh Sriyono, yang bekerja sebagai petugas keamanan RS.

Sriyono memergoki kedua pasangan yang tak resmi tersebut sedang asik melakukan mesum di dalam salah satu kamar mandi yang ada di RS PKU Muhammadiyah Cepu pada siang hari.

Kabib Keperawatan RS PKU Muhhamadiyah Cepu, Suprapto, saat dikonfirmasi membenarkan pemecatan kedua oknum pegawai tersebut lantaran ketangkap sedang melakukan hal asusila di dalam kamar mandi RS.

"Benar, SK pemecatan keduannya per tanggal 1 Agustus kemarin. Saya tidak tahu persis kejadian yang detailnya. Tiba-tiba saya mendapatkan lapporan seperti itu," tutur Suprapto, Selasa (7/8/2018).

Menurut Suprapto, oknum perawat IS sempat berpamitan kepada dirinya karena telah mendapat SK pemecatan.

"Mungkin ini pelajaran dari Allah buat saya, agar saya, agar saya ke depannya bisa berbuat lebih baik lagi," ujar Suprapto menirukan perkataan onkum IS.

Suprapto mengaku sudah beberapa kali memperingatkan dan memberikan pembinaan kepada kedua oknum itu atas dugaan perselingkuhan.

Kedua oknum tersebut pernah menyatakan kesiapannya untuk diberi sanksi apabila ada hubungan spesial antara kedua belah pihak.

"Sebenarnya yang lebih paham persoalan ini adalah humas atau langsung ke direktur," tutur Suprapto.

Saat menemui bagian Humas, wartawan langsung diarahkan ke Manager Bidang Dakwah dan Pencitraan (Bindatra) RS PKU Muhammadiyah Cepu, sebagai atasan humas.

"Kami tidak berwenang menjawabnya," ujar Erliana, staf humas RS tersebut. Sementara itu, Rohmah, Manager Bindatra RS PKU Muhammadiyah Cepu, Lebih memilih untuk bungkam.

Beberapa kali dirinya menegaskan tidak tahu menahu persoalan pemecatan terhadap dua orang oknum karyawan tersebut.

"Mohon maaf saya tidak bisa kasih tau keterangan terkait kasus ini. Informasi tertutup bagi kami. Itu privasi rumah sakit," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEORANG SOPIR TRUK BATU BARA MENDADAK TEWAS DI WARUNG KOPI

SEORANG SOPIR TRUK BATU BARA MENDADAK TEWAS DI WARUNG KOPI  Hingga saat ini penyebab meninggalnya sopir truk batu bara, Rudi (54) di Ke...