FENOMENA TANAH RETAK MENGAKIBATKAN 3 RUMAH MENGALAMI KERUSAKAN
Hujan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Jawa Tengah belakangan, mengakibatkan fenomena tanah retak di Desa Danareja, Kecamatan Purwanegara, Bajarnegara, Minggu (4/11/2018).
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arif Rahman mengatakan, retakan tanah tersebut mencapai panjang 20 sampai 30 meter dengan kedalaman sekitar 2-3 meter.
Titik retakan pertama berada di wilayah RT 1.
Sedikitnya ada tiga rumah yang dilalui retakan tanah ini mengalami kerusakan pada rumah.
"Rumah yang rusak akibat tanah yang digunakan untuk pijakan pondasi itu retak."
"Kerusakan kebanyakan terjadi di dinding dan lantai," ujar Arif.
Arif menjelaskan, retakan yang terjadi di tanah berbentuk variatif.
Ada yang melingkar, ada yang berbentuk tapak kuda, hingga memanjang dengan pola retak rambut atau zig-zag.
Menurut dari keterangan warga, fenomena tanah retak tersebut terjadi kali pertama di awal musim hujan ini.
Saat turun hujan lebat, air yang mengalir dari sekitar pekarangan dan perumahan warga langsung meresap ke dalam retakan tanah tersebut.
"Saat ini tindakan yang sudah dilakukan yakni menutup lubang retakan tanah, kami menghimbau kepada seluruh warga untuk selalu waspada dan hati-hati."
"Kami juga mengarahkan warga untuk membuat parit agar air tidak merembes pada retakan atau lubang di tanah," ujarnya.
Arif mengungkapkan, pemerintahan kabupaten dalam waktu dekat akan menurunkan tim ahli untuk meneliti ancaman dari fenomena tanah retak tersebut.
Rekomendasi dari tim ahli pula yang akan digunakan oleh pemkab untuk mengambil langkah pencegahan dan mitigasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar