SEORANG WANITA MENABRAK RUMAH DAN MENGAKIBATKAN SEORANG BOCAH MENINGGAL
Rini (43) pengemudi Suzuki Ertiga yang menabrak bocah hingga tewas diketahui baru satu bulan yang lalu mampu mengendarain mobil.
Sebelum Rini menabrak sebuah rumah dimana didalam rumah tersebut terdapat seorang bocah laki-laki.
Rini diketahui baru bisa menyetir mobil atau dapat mengemudikan mobil sebulan belakangan ini.
Karena belum mahir itulah, mobil yang dikemudikan Rini, akhirnya nyelonong dari garasi rumahnya ke rumah usaha ketetring di depan rumahnya, saat Rini hendak mengeluarkan mobilnya untuk diparkirkan didepan rumahnya.
"Info dari tetangga dan pengakuan yang menabrak, dia baru bisa mengemudi mobil dan belum lancar untuk mengemudi," kata Soleha (41) warga Mampang, Pancoran Mas, Depok, yang merupakan tetangga keluarga korban, kepada Warta Kota, Minggu (01/06/2018).
Menurut Soleha, Rini baru dua kali mengemudikan kenderaan Suzuki Ertiga miliknya untuk diparkir di depan rumahnya.
"Mobil itu biasanya dipakai oleh suaminya. Tapi karena suaminya lagi keluar Kota, beberapa waktu lalu, mobil dibawa ibu itu," kata Soleha.
Saat kejadian, kata Soleha, Rini hendak memanaskan mobilnya dengan dikeluarkan dari garasi untuk diparkirkan didepan rumahnya.
"sebab pesan suaminya yang lagi diluar kota, mobil mesti dipanasin kalau lama tidak dipakai," kata Soleha.
Biasanya kata dia, Rini menyuruh anak laki-lakinya yang sudah pintar mengemudi, mobil untuk dipanaskan mobil dan memarkirkan di depan rumahnya.
"Tapi saat dipangil oleh sang ibu anaknya tidak mau, karena lagi kurang enak badan," kata dia. Karenanya Rinilah yang melakukannya.
Namun, mobil justru nyelonong ke rumah usaha ketring yang berada di seberang rumahnya dan lalu menghantam tembok rumah hingga ruang depan dan sampingnya.
Padahal disana ada Akso yang sedang bermain dan menonton televisi, Akso akhirnya tewas setelah sempat di rawat di RS Bhakti Yudha, di Jalan Sawangan, Depok.
Soleha mengatakan, Rini, yang menabrak korban rela mengeluarkan biaya untuk operasi korban, untuk menyelamatkan nyawa Akso yang mengalami luka berat di kepala saat dirawat di RS Bhakti Yudha.
Namun sebelum melakukan operasi, nyawa Akso keburu tak tertolong atau meninggal dunia.
"Jadi saat kerjadian, Akso yang mengalami luka berat di kepalanya dan wajahnya, dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Yudha, di Jalan Sawangan, Depok. Di sana, rumah sakit tidak memiliki alat medis memadai untuk luka berat di kepala Akso harus dioperasi di kepala dan wajahnya," kata Soleha.
Karena pihak rumah sakit tidak ada alat yang memadahin, Akso pun di rujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk melakukan operasi. "pihak rumah sakit Bhakti Yudha lalu menginformasikan ke keluarga korban bahwa biasa operasi di RS Fatmawati, sekitar Rp150 juta," Kata Soleha.
Menurutnya saat itu keluarga korban langsung mengaku tak punya uang sebanyak itu.
"Tapi ibu yang menabrak Akso bilang akan bertangung jawab dan bisa sediakan uang sebanyak itu, asalkan Akso selamat. Bahkan berapa biayapun akan diusahakan. Dia minta Akso segera dibawa ke RS Fatmawati," kata Soleha.
Akhirnya kata dia, Akso langsung dilarikan ke RS Fatmawati. "Namun di tengah perjalanan, Akso meninggal dunia," katanya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar