Senin, 24 Februari 2020

JAMJAMI WARGA INDERAMAYU TEWAAS TERSENGAT ALIRAN LISTRIK TEGANGAN TINGGI

JAMJAMI WARGA INDERAMAYU TEWAAS TERSENGAT ALIRAN LISTRIK TEGANGAN TINGGI 

JAMJAMI WARGA INDERAMAYU TEWAAS TERSENGAT ALIRAN LISTRIK TEGANGAN TINGGI

Jamjami (42) warga Desa Karangampel Kidul, Kecamatan Karangampe, Kabupaten Indramayu tewas tersengat aliran listrik tegangan tinggi. Korban meninggal dunia pada saat sedang membersihkan gorong-gorong di sekitar rumahnya, pada hari Senin 24 Febuari 2020 sekitar pukul 09.00 WIB. Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto melalui Paur Subbag Humas Polres Indramayu, Ipda Sukenda menyebut Jamjami tersetrum listrik di saluran sungai Sipetung Blok Lagis, Desa Karangampel Kidul. "Pada saat itu maqsyarakat termasuk korban tengah melaksanakan kerja bakti atau sedang gotong-royong dalam rangka melancarkan aliran sugnai dari sampah, untuk melancarkan air yang meluap menggenangi pemukiman penduduk," ujarnya.

Dikisahkan Ipda Sukenda, kejadian nahas itu bermula pada saat korban memegang kawat skur atau kawat seling penyeimbang tiang listrik. Tiang listrik itu berada persis di samping gotong-royong saluran Sungai Sipetung DEesa Karangampel Kidul. "Korban tersengat aliran listrik, ternyata kawat skur atau kawat sling tersebut beraliran listrik, dikarenakan kabel sentral terkelupas akibat gesekan dan menempel pada kawat penyeimbangan tiang listrik tersebut," ucapnya. Korban pun meninggal dunia ditempat kejadian perkara. Dokter Puskesmas Karangampel DR Sanudin menjelaskan, terdapat luka bakar serius di bagian jari tangan kanan korban sepanjang 2 centimeter. Luka itu akibat sengatan aliran listrik tegangan tinggi. "Dari pemeriksaan luar terdapat luka bakar di bagian jari tangan sebelah kanan korban sekitar 2 centimeter," ujarnya.

Minggu, 23 Februari 2020

WARGA MENEMUKAN MAYAT SEORANG WANITA MENGAMBANG DI SUNGAI CILIWUNG

WARGA MENEMUKAN MAYAT SEORANG WANITA MENGAMBANG DI SUNGAI CILIWUNG 

WARGA MENEMUKAN MAYAT SEORANG WANITA MENGAMBANG DI SUNGAI CILIWUNG

Mayat seorang perempuan ditemukan mengambang di Sungai Ciliwung RT05/01, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada hari Minggu 23 Febuari 2020 pagi. Pada pergelangan tangan kanan mayat yang diperkirakan telah meninggal 3 hari ini, melingkar sebuah gelang berwarna jingga bertuliskan Persija, sebuah klub sepakbola asal Jakarta. Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti menjelaskan, mayat perempuan yang diperkirakan berusia 25 tahun, telah membengkak dan mengeluarkan aroma tak sedap saat ditemukan. "Ditemukan oleh warga sekitar jam 08.00 WIB pagi tadi mengambang di aliran Sungai Ciliwung. Pada saat ini sduah dibawa ke RSUD Kota Bogor," kata Desty.

Tidak ada identitas apa pun pada tubuh perempuan itu, Namun, pada saat ditemukan mengenakan tanktop berwarna merah dan pakaian dalam warna hitam dengan identifikas," katanya. Kata Desty, mayat itu pertama kali diketahui oleh warga pada saat sedang mengawasi anak-anak berenang di bawah jembatan Sempur, kemudian melihat sosok mayat perempuan terbawa arus sungai ke arah Sempur Kaler. "Kemudian saksi coba mengejar dan berhasil mengevakuasi mayat tersebut. Kondisinya sudah membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sudah dibawa ke RSUD Kota Bogor," kata Desty. Desty menyebut, mayat itu diperkirakan berusia 25 tahun dan mengenakan pakaian tanktop merah dan celana dalam berwarna putih. "Sepertinya sudah beberapa chari meninggal dan tidak ada identitas apapun vdi tubuh korban," kata dia.

Sabtu, 22 Februari 2020

DUA REMAJA TEWAS TENGGELAM DI UNDERPASS KULUR

DUA REMAJA TEWAS TENGGELAM DI UNDERPASS KULUR 

DUA REMAJA TEWAS TENGGELAM DI UNDERPASS KULUR

Underpass Kulur yang terletak di Kapanewon Temon, Kulon Progo yang sudah delapan tahun ini berubah menjadi kolam pada saat musim hujan kembali menelan korban jiwa. Hal ini dibenarkan Kapolsek Temon, Kompol Setyo Heri Purnomo pada hari Sabtu 22 Febuari 2020. Menurutnya kejadian tersebut terjadi pada pukul 16.15 WIB dan dilaporkan terhadap dua remaja yang meninggal dunia akibat peristiwa ini. Adapun korban yang meninggal dunia bernama Tegar (15) warga Tawangsari dan Ryan (16) warga Bandungan. Sementara itu, satu korban lainnya yang dikabarkan selamat yakni Apang (15) dan dalam perawatan di RSUD Wates. Dari Sukoharjo dilaporkan seorang pria ditemukan tewas di aliran sungai Bengawan Solo tepatnya di Bengungan Colo, Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, pada hari Rabu 19 Febuari 2020.

Menurut Plt Kapolsek Nguter, Iptu Winardi, pria tersebut bernama Sunaryo (70), warga Pengkol, RT : 03/RW: 02, Nguter, Sukoharjo. Kejadian tersebut bermula pada saat korban sedang mengembala kambingnya di sekitar bantaran sungai bengawan Solo. Tiba-tiba seekor kambing menuju ke sungai lalu tercebur. "Korban berusaha menyelamatkan kambingnya yang hanyut di sungai," katanya. Korban pun berusaha menyelamatkan kambingnya dengan menyebutkan dirinya ke aliran Sungai Bengawan Solo. Namun korban justru hanya terbawa arus sungai. "Korban diduga tidak bisa berenang, dan kemudian hanyut di aliran sungai," imbuhnya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, lantas berusaha menyelamatkan korban.

Kamis, 20 Februari 2020

SEEKOR HARIMAU SUMATERA DITEMUKAN MATI TERJERAT KAWAT DI BENGKULU

SEEKOR HARIMAU SUMATERA DITEMUKAN MATI TERJERAT KAWAT DI BENGKULU

SEEKOR HARIMAU SUMATERA DITEMUKAN MATI TERJERAT KAWAT DI BENGKULU

Seekor harimau Sumatera yang berusia telah dewasa ditemukan mati terkena jerat pemburu di Desa Selingsingan, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. "Ditemukan seekor harimau Sumatera yang mati akibat terjerat kawat. Di sekitar lokasi penemuan harimau tersebut terdapat jerat kawat seling lainnya yang berisi umpan seekor babi," kata Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Merta Dana. Pada hari Kamis 20 Febuari 2020. Nyoman menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan BKSDA guna melakukan pemeriksaan dan otopsi.

"Kami juga memintai keterangan warga sekitar untuk mendapatkan informasi awal penyebab kematian harimau Sumatera tersebut," ujarnya. Sementara itu, Direktur Lingar Institute Bengkulu Iswadi mengatakan, kawasan tersebut memang diakui masih ditemukan spesies harimau Sumatera. Sebab, kawasan tersebut masih merupakan gugusan kawasan hutan bukit barisan. Mencegah hal demikian terlulang kembali, kata dia, akan diterapkan aksi patroli dengan sejumlah organisasi pencinta satwa harimau dengan cara operasi sapu jerat harimau. "Sejumlah operasi sapu jerat kerap kita lakukan di wilayah itu. Namun tinggkat perburuan masih saja kerap terjadi. Kita berharap semua elemen bersama memerangi aksi penjualan dan perburuan harimau Sumatera," demikian Iswandi.

Rabu, 19 Februari 2020

SEORANG IBU PUKUL RENTENIR DENGAN TABUNG GAS 3KG KARNA MERASA KESAL DI TAGIH UTANG

SEORANG IBU PUKUL RENTENIR DENGAN TABUNG GAS 3KG KARNA MERASA KESAL DI TAGIH UTANG

SEORANG IBU PUKUL RENTENIR DENGAN TABUNG GAS 3KG KARNA MERASA KESAL DI TAGIH UTANG

Merasa kesal karena ditagih utang, seorang wanita di Ciwidey pukul seorang rentenir menggunakan tabung gas melon. Kapolsek Ciwidey, AKP Irvan Taofik menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada hari Jumat, 14 Febuari 2020, sekitar pukul 15.30 WIB. Adapun seorang wanita diketahui berinisial SU (35) yang kini ditahan di Mapolresta Bandung. Dijelaskan bahwa pelaku ini mememiliki utang dan harus membayar kepada korban sebesar 70.000 per hari. "Korban ini rentenir, pelaku meminjam uang dengan bunga," kata Ivan pada hari Rabu 19 Febuari 2020. 

Suatu hari, korban mendatangi rumah pelaku di Kampung Buni Kasih, Desa Lebakmuncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Kedatangan korban ini untuk menagih utang yang dipinjam oleh pelaku. Namun pada saat itu pelaku sedang tidak memiliki uang untuk membayar. Sementara korban menagih utangnya dengan cara teriak-teriak. Pelaku yang kesal gelap mata lalu pergi ke dapur untuk mengambil tabung gas melon dan memukulkannya ke arah wajah dan kepala korban sebanyak 4 kali. "korban teriak-teriak tidak terima dan harus bayar. Pelaku kesal, ke dapur dan mengambil tabung gas 3 kg, dipukulkannya sebanyak 4 kali," kata Ivan. Akibatnya, korban mengalami luka sobek di bagian wajah dan kepalanya ia pun pingsan dan berlumuran darah. 

"Pelaku terkejut lihat darah, dia pun ikut pingsan juga," kata Ivan. Dengan luka di wajahnya korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Santosa untuk diberikan perawatan medis. Mendapatkan penganiayaan itu, keluarga korban melaporkannya ke Polsek Ciwidey. Pada hari Sabtu 15 Febuari 2020, Unit Reskrim Polsek Ciwidey mengamankan pelaku beserta barang bukti tabung gas melon. "Dengan adanya kejadian tersebut korban mengalami luka sobek di bagian wajah dan kepala korban, pada saat ini korban dirawat di Rumah Sakit Santosa dengan keadaan sudah sadarkan diri akan tetapi belum bisa dimintai keterangan," kata Ivan. Pihaknya mengimbau kepada semua masyarakat agar memberdayakan program simpan pinjam dan menghindari peminjaman kepada rentenir. "Saya sudah mengimbau kepada seluruh masyarakat termasuk Kades se-wilayah hukum Polsek Ciwidey. Untuk tidak meminjam uang kepada rentenir, Bank Emok atau sejenisnya, Karena akan merugikan masyarakat itu sendiri," imbaunya.

Selasa, 18 Februari 2020

POLRES SERGAI TANGKAP MANTAN POLISI DAN TIGA REKANNYA TERKAIT KASUS PEREDARAN NARKOBA

POLRES SERGAI TANGKAP MANTAN POLISI DAN TIGA REKANNYA TERKAIT KASUS PEREDARAN NARKOBA

POLRES SERGAI TANGKAP MANTAN POLISI DAN TIGA REKANNYA TERKAIT KASUS PEREDARAN NARKOBA

Satuan Narkoba polres Sedang Bedagai menangkap empar orang pria yang selama ini terlibat dalam kasus peredaran narkoba di kawasan Kecamatan Perbaungan. Empat orang itu yakni Deni Egi Trisnadi (29), Sukarman (53), June Tarigan (26) dan Sarju (40) yang merupakan satu jaringan. Selain warga Kecamatan Perbaungan diantara mereka ada yang beralamat di Kecamatan Pantai Cermin dan Percut Seituan. Mereka ditangkap di tempat yang terpisah pada hari Senin 17 Febuari 2020 malam. Satu di antara dari para tersangka adalah mantan personel Polri. Kasat Narkoba Polres Serdang Bedagai, AKP Martualesi membenarkan tersangka Sukarman adalah mantan personel Polri.

Sukarman dipecat pada tahun 2016 silam karena disersi. Pada saat ini pihaknya pun masih mendalami setiap keterangan dari Sukarman dan teman-temannya. "Iya memang dia polisi dulunya, tapi sudah dipecat. Pangkat terakhirnya Bripka dan berdinas terakhir di Polsek Kotarih," kata Martualesi, pada hari Selasa 18 Febuari 2020. Ia menceritakan pada awal mulanya dapat mengungkap kasus jaringan narkotika Perbaungan Percut Seituan ini berawla dari informasi masyarakat. Tersangka yang pertama kali diringkus adalah Deni di kawasan Lingkungan III Kelurahan Batang Terap Perbaungan tepatnya di depan SMAN 1 Perbaungan. Pada saat itu diamankan narkoba jenis sabu seberat 0.80 gram dan berbagai barang bukti lain seperti klip transparan dan pipet sekop plastik.

Dari penangkapan ini kemudian dikembangkan dan dilakukan penangkapan terhadap Sukarman yang tidak jauh dari lokasi pertama kali. "Dari tangan Sukarman juga didapat sabu dengan berat 1.50 gram. Dari situ terus kita lakukan pengembangan dan kita kemudian bergerak ke kelurahan Simpang 3 Pekan dan menangkap June Tarigan. Kita dapati juga barang bukti sabu seberat 2 gram dan 15 helai plastik klip transparan kecil kosong. Ada juga kita dapati buku catatan yang diduyga berisikan rekapitulasi penjualan-penjualan sabu," kata Martualesi. Tidak hanya sampai di situ, polisi bergegas ke Desa Tembung Kecamatan Percut Seituan dan menangkap tersangka Sarju. Dari tangan Sarju baru kemudian didapat sabu dengan berat 11,30 gram. Dijelaskan kalau dari penangkapan June Tarigan banyak informasi yang kemudian didapat. "June menerangkan memperoleh sabu dari seseorang bernama Wak Ngah yang beralamat di Desa Tembung dan selalu bertransaksi menggunakan HP baru kemudian dilakukan pemancingan dengan memesan sabu sebanyak 30 gram dimana sistemnya selalu dijemput ke lokasi Percutseituan. Saya dan anggota kemudian menuju Percut dan sampai di lokasi June menunjuk seorang laki laki berperawakan jenggotan dan gemuk (Sarju) yang sedang duduk, bahwasanya laki laki tersebut yang selalu mengantarkan sabu pesanannya," beber Martualesi.

Pada saat Sarju ditangkap, Martualesi menyebut tersangka melakukan perlawanan dan mencoba melukai petugas sambil berusaha merebut senjata personel. Melihat hal itu, petugas memberi tindakan tegas dan terukur di bagian kaki kirinya diberikan peluru. Di bawah tempat duduknya kemudian ditemukan dua paket plastik klip yang berisi sabu.

Senin, 17 Februari 2020

DUA PRIA MABUK TEWAS SETELAH TERJATUH DARI ATAS JEMBATAN EMAS

DUA PRIA MABUK TEWAS SETELAH TERJATUH DARI ATAS JEMBATAN EMAS

DUA PRIA MABUK TEWAS SETELAH TERJATUH DARI ATAS JEMBATAN EMAS

Dua pemuda mabuk tewas seketika pada saat dirinya terjatuh dari atas Jembatan Emas, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada hari Minggu 16 Febuari 2020 sekitar pukul 18.10 WIB. Kedua korban yang berasal dari daerah Sei Selan, Bangka Tengah itu mengendarai sepeda motor dalam keadaan sedang mabuk dengan kecepatan yang tinggi pada saat melintasi jembatan tersebut. "Pada sebelumnya kami nongkrong, ada alkohol juga. Kemudian pergi mau mencari makan," kata rekan korban yang sekaligus saksi mata, Dodi di Jembatan Emas, pada hari Minggu malam. Korban bernama Musa (21) dan Iskandar (28) sempat diperingatkan untuk memperlambatkan laju sepeda motornya. Namun, Suzuki Satria FU yang dikendarai terlanjur jatuh dari ketinggian 15 meter dadn menghantam lantai tiang jembatan. 

Diduga korban tidak menyadari bagian tengah jembatan dalam posisi terbuka dikarnakan kondisi jalan di jembatan gelap. Kedua korban terkapar dekat sepeda motor dengan kondisi mengeluarkan banyak darah. Keduanya dilarikan ke RSBT. Namun, nyawa mereka tidak dapat terselamatkan. Kabag OPS Polres Pangkal Pinang Jadiman Sihotang mengatakan, korban mabuk setelah mengunjungi pantai. Kemudian keduanya nongkrong di Jembatan Emas hingga malam. "Pada saat hendak melanjutkan kembali perjalanan lalu terjadi kecelakaan itu. Saksi ada di belakang pakai motor juga dan berteriak, tapi sudah terlambat," ujar Jadiman. Kecelakaan dengan korban jiwa telah beberapa kali terjadi di Jembatan Emas. Pada sebelumnya sebuah minibus jatuh, menewaskan sopir dan satu penumpangnya. 

Menurut temannya, Dodi, (21) warga Romadon, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, mengatakan kejadiannya pada pukul 18.15 WIB. Dodi sempat memberhentikan keduanya yang sedang mengendarai motor di Jembatan. Namun keduanya tidak melihat dirinya. "Saya lambai-lambai tidak terlihat, saya mau kejar tidak terkejar lagi," ujar Dodi, pada hari Minggu 16 Febuari 2020. Lanjutnya, mereka bersama-sama dari arah Citraland menujuh ke arah Sungaiiliat, dengan kecepatan kurang lebih 70 km/jam. Ujar dia, temannya sedang pengaruh minuman keras. keduanya bernama Musa (21) dan kandai (26) warga Romadon, Sungai Selan, Bangka Tengah. "Dari pihak jembatan sudah menghalangi kemungkinan mereka tidak sempat mengerem lagi," ujarnya. Mereka, dia dan kedua temannya tersebut. Ingin pulang ke kontrakan Selindung. Ia bilang tidak ada pulsa listrik gelap. "Mereka berdua maksa katanya, mau makan-makan, ya saya ikut saja," katanya. 

SEORANG SOPIR TRUK BATU BARA MENDADAK TEWAS DI WARUNG KOPI

SEORANG SOPIR TRUK BATU BARA MENDADAK TEWAS DI WARUNG KOPI  Hingga saat ini penyebab meninggalnya sopir truk batu bara, Rudi (54) di Ke...