Selasa, 30 April 2019

PENGUNGJUNG PASAR HISTERIS SAAT MELIHAT PENJUAL ROKOK TERTABRAK TRUK

PENGUNGJUNG PASAR HISTERIS SAAT MELIHAT PENJUAL ROKOK TERTABRAK TRUK

PENGUNGJUNG PASAR HISTERIS SAAT MELIHAT PENJUAL ROKOK TERTABRAK TRUK

Pengunjung Pasar Induk Tanjung sekitar Masjid Shiratall Mustaqim Tanjung sontak histeris melihat kecelakaan yang terjadi di sekitar masjid, pada hari Selasa 30 April 2019.

Seorang penjual rokok bernama H Haiban warga Jalan Barunak yang sedang mengayuh sepeda tertabrak truk.

Korban memiliki keterbatasan fisik dengan tidak memiliki kaki dan bisa menjalankan aktifitas menggunakan alat bantu kursi roda seperti sepeda motor roda tiga yang dikayuh menggunakan tangan.

Korban dikenal warga sekitar sebagai pribadi yang pekerja keras dan sangat ramah dengan semua orang.

Setelah terjadi kejadian tersebut banyak warga yang membantu untuk menyelamatkan korban. Amin salah satu tim emergency yang sempat melintas di lokasi kejadian mengatakan korban langsung dibawa ke rumah duka karena diketahui meninggal saat kejadian.

“Dari informasi saat di lokasi korban tertabrak oleh sebuah truk yang melintas dari Pasar Tanjung menuju jalan Jaksa Agung Tanjung. Truk tidak langsung berhenti melainkan tetap melanjutkan perjalanan, korban langsung dibawa kerumah korban karena sudah tidak bernyawa,” ujarnya.

Terpisah KBO Lantas Polres Tabalong Iptu Raka membenarkan dengan terjadinya insiden kecelakaan tersebut, anggota juga melakukan olah TKP dan pada saat ini masih dalam proses pengumpulan data.

"Truk yang terlibat dalam insiden tersebut juga masih dalam tahap pengejaran, kami masih melakukan proses pencarian dan tindakan hukum yang diperlukan," ujarnya.

Senin, 29 April 2019

DUA WARGA KAMPAR TEWAS TERTIMBUN TANAH LONGSOR PADA SAAT BERGOTONG ROYONG MENGAMBIL TANAH TIMBUN

DUA WARGA KAMPAR TEWAS TERTIMBUN TANAH LONGSOR PADA SAAT BERGOTONG ROYONG MENGAMBIL TANAH TIMBUN

DUA WARGA KAMPAR TEWAS TERTIMBUN TANAH LONGSOR PADA SAAT BERGOTONG ROYONG MENGAMBIL TANAH TIMBUN

Dua warga Desa Koto Masjid Kecamatan XIII, Koto Kampar tewas tertimbun tanah longsor pada saat sedang bergotong royong mengambil tanah timbun untuk pembangunan mushola di sebuah lereng di Desa tersebut.

Kejadian longsor yang menimbun dua orang warga ini dikarenakan korban menggali tebing yang terjadi longsor. Kedua warga yang menjadi korban longsoran tanah tebing perbukitan ini adalah Ali Akmal, pria 39 tahun, dan Putra Indra pria, 28 tahun.

Keduanya merupakan warga Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polres Kampar turun ke Lapangan untuk melakukan evakuasi dan pengamanan.

Peristiwa naas ini berawal, pada hari Minggu 28 April 2019 siang. Pada saat itu kedua korban bersama beberapa warga Desa pergi ke Simpang Citra yang masih di wilayah Desa Koto Mesjid dengan menggunakan Truk Cold Diesel, untuk mengambil tanah timbun guna memperbaiki musala yang ada di Desa.

Sesampai di lokasi korban langsung mengambil tanah di lereng bukit dengan ketinggian sekitar 7 meter dengan cara mengorek tebing pada bagian bawah.

Pada saat sedang mengambil dan memuat tanah ke dalam truk tiba-tiba tebing tersebut runtuh. Tanpa sempat mengelak, kedua korban terimbun material longsoran.

Melihat kejadian tersebut, warga lainnya yang ada di sekitar lokasi berusaha menyelamatkan diri dan kemudain berteriak meminta pertolongan.

Kemudian warga Desa melakukan pencarian dengan mengangkat runtuhan tanah menggunakan cangkul dan skop. Sekitar pukul 15.30 WIB, kedua korban berhasil ditemukan dalam posisi tertelungkup dan sudah meninggal dunia.

Kedua korban langsung membawa ke rumah duka menggunakan ambulan Puskesmas. Kapolsek XIII Koto Kampar AKP Budi Rahmadi saat diwawancara, pada hari Senin (29/4/2019) mengatakan pihak keluarga masing-masing korban menolak untuk dilakukan visum dan juga autopsi karena yakin bahwa kematian korban murni karena kecelakaan atau musibah.

"Pada saat ini kedau korban telah dikebumikan oleh masing-masing keluarga," katanya. Budi Rahmadi mengimbau warga untuk tidak mengambil tanah pada tebing-tebing perbukitan karena sangat rentan untuk runtuh.

"Praktik pengambilan tanah timbun di daerah perbukitan sangat membahayakan," ujarnya.

Minggu, 28 April 2019

SEORANG PRIA TEWAS DI TERTEMBAK TEMANNYA SENDIRI YANG PADA SAAT ITU SEDANG BERBURU KANCIL

SEORANG PRIA TEWAS DI TERTEMBAK TEMANNYA SENDIRI YANG PADA SAAT ITU SEDANG BERBURU KANCIL

SEORANG PRIA TEWAS DI TERTEMBAK TEMANNYA SENDIRI YANG PADA SAAT ITU SEDANG BERBURU KANCIL

Warga Desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu Kabupaten Merangin mendadak hebod di buat oleh ulah oknum warga yang meninggal dunia di tangan temannya sendiri. Midi nama sapaan korban.

Dia diketahui oleh warga meninggal karena tertembak oleh Herman pada saat sedang berburu kancil di hutan beberapa malam yang lalu.

Kepala Desa Pulau Aro Anas Safri ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kata Anas, pada malam itu, keduanya pergi berburu bersama-sama di hutan tidak jauh dari Dusun tersebut.

"Yang tertembak itu orang Jawa yang beli kebun di Desa Pulau Aro, dan sudah jadi warga kita," kata Anas. Menyadari jika rekannya tertembak, Herman langsung melakukan pertolongan kepada Midi.

Pada waktu itu juga, Herman langsung memberitahukan kejadian itu kepada warga. Tidak lama kemudian, Herman menyerahkan diri kepada Polsek setempat.

"Kami jam satu malam ikut juga ke kantor Polsek, pelaku menyerahkan diri sekitar jam 12 malam "katanya lagi. Kapolsek Tabir Ulu belum bisa dihubungi, namun Kasat Reskrim Polres Merangin Iptu Khairunnas membenarkan jika ada warga Merangin yang tertembak oleh temannya sendiri jika pergi berburu.

"Kelalaian menyebabkan meninggal dunia. Kasusnya ditangani Polsek Tabir Ulu," kata Khairunnas. Meski mengetahui terkait kasus itu, namun dirinya enggan membeberkan data real, sebab direncanakan akan dilakukan pres rilis oleh Kapolres Merangin. "Tunggu release Kapolres bro," imbuhnya.

Sabtu, 27 April 2019

DUA PELAKU CURANMOR TEWAS DITEMBAK PETUGAS KEPOLISIAN

DUA PELAKU CURANMOR TEWAS DITEMBAK PETUGAS KEPOLISIAN

DUA PELAKU CURANMOR TEWAS DITEMBAK PETUGAS KEPOLISIAN

Lantaran berusaha melawan polisi dengan cara menembakkan senjata api rakitannya, SA (36), pelaku pencurian sepeda motor di Bekasi Merenang nyawa ditembak polisi.

Peristiwa tersebut setelah SA usai beraksi di Kampung Cibereum, RT 03, RW03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada hari Kamis 25 April 2019.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi mengatakan, tersangka SA ditembak lantaran ketika hendak di tangkap, pelaku berusaha menyerang polisi dengan senjata api rakitan miliknya.

"Pelaku membawa senjata api rakitan saat beraksi, senjata api itu dia gunakan dan berusaha menembak anggota ketika akan ditangkap," kata Sunardi saat dikonfirmasi, pada hari Sabtu (27/4/2019).

Dia menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika SA dan satu orang rekannya yang masih buron beraksi mencuri sepeda motor Kawasaki Ninja R 2385 GI milik korban bernama Yoga.

Sepeda motor korban ketika itu tengah terparkir di depan rumah kontrakan, bermodalkan kunci leter T, pelaku merusak kunci kontak sepeda motor dan berusaha membawa motor curiannya.

"Ketika hendak membawa kabur, pelaku dipergoki warga, saat itu juga ada dua anggota Brimob Brigadis I Made Eka Artawan dan Brigadir Sahrul Ramadhan ikut memergoki pelaku," ungkap Sunardi.

Pelaku terus berusaha melarikan diri meski dua orang personil kepolisian telah memberikan peringatan. Bukannya menyerah, pelaku justru mengeluarkan senjata api rakitan dari balik bajunya.

"Pelaku menembakkan senjata apinya ke arah dua anggota polisi sebanyak dua kali," ungkap Sunardi. Beruntung dua anggota Brimob ini berhasil menghidar, mereka kemudian mengambil tindakan tegas dengan cara melumpuhkan pelaku yang siap melarikan diri dengan motor curiannya.

"Pelaku dengan sepeda motor curiannya sudah siap melarikan diri, anggota lalu mengambil tindakan tegas dengan cara melumpuhkan tersangka dari aras sepeda motor," jelas dia.

Polisi selanjutnya, membawa pelaku yang sudah meninggal dunia ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta. Sedangkan satu orang rekannya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran.

"Tubuh pelaku di bawa ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan penyidikan, untuk pelaku yang buron kita masih lakukan pengembangan dengan memeriksa saksi-saksi ditempat kejadian untuk mengetahui identitasnya," paparnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti, berupa sepeda motor korban, dua pucuk senjata api rakitan jenis rovolver beserta delapan butir peluru berkaliber 9 milimeter, kunci leter T dan ponsel pelaku SA.




Kamis, 25 April 2019

AKSI BUNUH DIRI SEORANG WANITA DENGAN CARA MENCEBURKAN DIRI KE SUNGAI BERHASIL DIGAGALKAN WARGA SEKITAR

AKSI BUNUH DIRI SEORANG WANITA DENGAN CARA MENCEBURKAN DIRI KE SUNGAI BERHASIL DIGAGALKAN WARGA SEKITAR

AKSI BUNUH DIRI SEORANG WANITA DENGAN CARA MENCEBURKAN DIRI KE SUNGAI BERHASIL DIGAGALKAN WARGA SEKITAR

Sungai perempuan terekam kamera nyaris tenggelam di Sungai Niyama Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Talungagung, pada hari Kamis 25 April 2019 siang.

Belakangan perempuan itu ketahui bernama Sunarsih (42) warga Desa Pelek, Kecamatan Campurdarat. Sunarshih mencoba bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke sungai besar ini.

Aksinya diketahui oleh seorang warga bersama Rohmad Sasongko (34), warga Dusun Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki.

Rohmad kemudian membawa tubuh Sunarsih ke tepi sungai dengan selamat. Dibantu oleh warga, tubuh Sunarsih kemudian dibawa menjauh dari tepi Sungai Niyama.

Sunarsih kemudian dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Kasubag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji mengatakan Sunarsih coba bunuh diri dengan melompat ke dalam Sungaii.

"Dia memanjat pagar jembatan dan terjun ke sungai di bawahnya," terang Sumaji. Sungai Niyama adalah pertemuan dua sungai besar, yaitu Sungai Parit Raya dari Trenggalek dan Parit Agung dari Tulungagung.

Meskipun airnya terlihat tenang, namun kedalamnya sekitar 25 meter. Sungai ini masuk ke dalam terowongan Niyam untuk pembangkit listrik, dan bermuara di Teluk Popoh.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsek Besuki dan sudah direspon kepolisian. Dari pengakuan Sunarsih, ia gelap pikiran karena terlilit hutang yang cukup besar. "Dia kebingugan cara melunasi utangnya, sehingga mencari jalan pintas berusaha bunuh diri," tandas Sumaji.

Rabu, 24 April 2019

BAYI BERUSIA 40 HARI DI SERANG SEEKOR KERA LIAR DIRUMAHNYA

BAYI BERUSIA 40 HARI DI SERANG SEEKOR KERA LIAR DIRUMAHNYA

BAYI BERUSIA 40 HARI DI SERANG SEEKOR KERA LIAR DIRUMAHNYA

Bayi berusia 40 hari di Kelurahan Kedungasem, Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Menjadi korban serangan kera liar.

Bayi bernama Muhammad Aldo Sanjaya, anak pasangan Arsono (41) dan Yuliatin (34), warga Malang yang bermukim di Kelurahan Kedungasem tersebut dicakar dan dilempar kera, pada hari Sabtu 20 April 2019 lalu.

Lurah Kedungasem Nurhadi menyebut, serangan kera tersebut merupakan kali ketiga yang telah menimpa warga.

"Aldo di kamar, ibunya sedang nyuci, bapakya mau berangkat kerja. Tiba-tiba anaknya itu nangis, setelah dilihat anaknya sudah dicakar oleh kera. itu sempat menggendong Aldo, tapi tubuhnya lalu dilempar ke lantai," kata Nurhadi, pada hari Rabu 24 April 2019.

Aldo lalu dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan perawatan. "Ini kejadian ketiga kalinya. Kami bersama warga mencari kera tersebut sampai sekarang. Bahkan kami meminta bantuan Perbakin. Kemungkinan kera tersebut bekas peliharaan karena terdapat bekas tali," ujar dia.

Atas kejadian itu, banyak warga yang resah. Warga memilih menutup pintu dan jendela, dan melarang anak-anaknya main di luar rumah.

Siti Maimunah, warga setempat mengatakan, mereka khawatir kera kembali menyerang. Apalagi, kejadian serangan kera merupakan yang ketiga kalinya.

Fitri, warga lainnya, meminta pemerintah setempat lekas turun tangan. Sebab, kera yang masih berkeliaran bikin resah. Atas kondisi tersebut, Nurhadi meminta warga tetap tenang dan waspada. Anak-anak juga minta dijaga.

"Kami berupaya mengatasi. Warga saya harap segera melapor bila melihat kera itu," tukas dia.

Selasa, 23 April 2019

EMPAT PETUGAS CLEANING SERVICE KEJANG-KEJANG SETELAH MINUM KOPI

EMPAT PETUGAS CLEANING SERVICE KEJANG-KEJANG SETELAH MINUM KOPI


EMPAT PETUGAS CLEANING SERVICE KEJANG-KEJANG SETELAH MINUM KOPI


Empat petugas cleaning service mal yang berada di Kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, yang mengalami kejang-kejang ternyata mencampurkan kopi dengan obat hexymer.

Hexymer merupakan obat untuk penyakit parkinson yang tidak dijual dengan bebas dan memerlukan resep dokter untuk menggunakannya. Hal tersebut diketahui dari pengakuan korban. "Iya (dicampur). Mereka pulang kerja, sebelum pulang kerja mereka beli obat itu," ujar Kasat Reskrim Polres Tanggerang Selatan, AKP Ahmad Alexander Yurikho, pada saat dokonfirmasi, pada hari Selasa 23 April 2019.

Obat tersebut dibeli di lapak tukang obat di Jalan Graha Raya, dengan harga per pilnya Rp 13-14 ribu. Kemudian sambil menunggu kendaraan umu mereka nongkrong di pinggir jalan depan Gapura Kampung Marga Jaya, Tangerang Selatan.

Ketika menunggu kendaraan umum, mereka memberi kopi dari tukang kopi keliling. Lalu masing-masing mencampur tiga pil hexymer dengan kopi yang mereka beli.

"Lalu dipesanlah kopi dan mereka menenggak 3 pil per orang. Terjadilah hal demikian (kejang-kejang)," jelas Alexander.

Diberitakan pada sebelumnya, empat orang cleaning service di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tanggerang Selatan kejang-kejang dipinggir Jalan depan Gapura Kampung Marga Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Tanggerang Selatan, pada hari Sabtu 20 April 2019 lalu.

Akibat kejadian itu, keempatnya dilarikan ke Rumah Sakit Omni. Warga sempat dihebohkan dengan kejadain empat laki-laki yang kejang-kejang di kawasan Serpong Utara, Tanggerang Selatan.

Kejadiannya sekitar pukul 15.30 WIB, tepatnya di pinggir jalan raya sebelah Mal Living World. "Kejadiannya sekitar jam setengah 4 lagi jam istirahat pegawai, pada hari Sabtu 20 April 2019 kemarin. Warga manggil saya, saya lihat itu sudah pada kejang-kejang. Katanya pegawai cleaning service di mall," kata Bain (60), tukang parkir di sekitar mall Living World, pada hari Senin 22 April 2019.

Menurut Bain, pada saat itu tidak ada warga yang berani menolong lantaran khawatir keempatnya sedang diserang penyakit ayan. Akhirnya Bain menghubungi komandan satpam setempat untuk ditangani.

"Pas komandan satpam sama polisi datang baru dibawa ke rumah sakit, soalnya warga ngga ada yang berani menolong juga," jelasnya. Keempat pemuda yang tergeletak dengan mulut mengeluarkan cairan yang diduga akibat menenggak obat-obatan yang dicampur dengan kopi yang dibelinya.

"Korban sama gelas kopi yang berada di sampinya juga dibawa ke rumah sakit. Pasti ini mabok obat kata orang-orang mah," ujar Bain.

SEORANG SOPIR TRUK BATU BARA MENDADAK TEWAS DI WARUNG KOPI

SEORANG SOPIR TRUK BATU BARA MENDADAK TEWAS DI WARUNG KOPI  Hingga saat ini penyebab meninggalnya sopir truk batu bara, Rudi (54) di Ke...