Sabtu, 08 Februari 2020

SEPASANG MUDA MUDI TERTANGKAP BASAH SEDANG MESUM DIDALAM TENDA CAMPING

SEPASANG MUDA MUDI TERTANGKAP BASAH SEDANG MESUM DIDALAM TENDA CAMPING 

SEPASANG MUDA MUDI TERTANGKAP BASAH SEDANG MESUM DIDALAM TENDA CAMPING

Viral di media sosial, video sepasang muda mudi tertangkap basah sedang berbuat mesum di dalam tenda, pada saat sedang camping di sebuah pegunungan. Di dalam video amatir yang berdurasi 30 detik yang beredar, terlihat beberapa orang pendaki gunung menggerebek sebuah tenda yang berwarna merah kuning. pria dan wanita yang berada di dalam tenda, lansung panik pada saat segerombolan orang membuka resleting tendanya. "Jangan kayak gitulah," ucap wanita yang ada di dalam tenda. Wanita itu hanya terlihat mengugnakan sebuah jaket berwarna hitam biru. Dia seperti tidak mengenakan pakaian dalam, padahal pada saat kejadian posisinya sedang berada di area pegunungan. 

"Maka dari itu kamu jangan berbuat gitu disini,Z" kata salah seorang pria yang mengenakan baju hitam liris putih. Setelah selimut di tarik, sang pria yang berada di dalam tenda langsung cepat-cepat menutupi kembali bagian badan sang wanita yang menggunakan sebuah baju. "Sudah, keluar kau, keluar kau," ujar pria lainnya yang ikut menggerebek tenda itu. "Pokoknya jangan kalian nampak di sini lagi nanti malam ya," timpal pria yang lain. Menambahi pernyataan temannya, salah seorang pendaki lain mengatakan, seharusnya kalau kalian mau buat kayak begitu jangan disini. 

"Kalau mau buat kayak begitu di hotel," ujarnya. "Modal kau dikit," jelasnya. Pria lainnya menyebut barang-barang yang mereka bawa harus ditinggalkan semua. "Ini semua harus ditinggal, kalian pulang" katanya. "Ini barangnya ini," jawab pria di dalam tenda. "Enggak bisa," jawab pria lain dari luar. Hingga sampai saat ini belum diketahui pasti, dimana lokasi aksi tidak senonoh yang dilakukan sepasang muda mudi tersebut.

Kamis, 06 Februari 2020

TOTUA HUTAGAOL TEWAS SETELAH KENDARAANNYA MENGALAMI KECELKAAN DI PORSEA

TOTUA HUTAGAOL TEWAS SETELAH KENDARAANNYA MENGALAMI KECELKAAN DI PORSEA

TOTUA HUTAGAOL TEWAS SETELAH KENDARAANNYA MENGALAMI KECELKAAN DI PORSEA

Seorang warga Porsea, Toba Samosir Rotua Hutagaol (47), tewas pada saat berkendara di Jalan Lintas Porsea-Balige, pada hari Kamis 6 Febuari 2020. Kabag Humas Polres Tobasa Aipda Priden Sinaga mengatakan mobil yang menabrak korban telah di amankan oleh pihak kepolisian di Kantor Polsek Laguboti. Korban pun langsung meninggal dunia di tempat kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Korban mengalami patah kaki kiri, patah pada pergelangan tangan kanan, luka robek pada kening dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rujukan RS HKBP Balige," ujar Sinaga. Sinaga menyebutkan, korban datang dari arah Porsea menuju Balige. Ketika hendak mendahului truk, dari arah berlawanan meluncur satu mobil Innova Plat BB 46 E yang dikemudikan Frengky Boris Sitorus (30) dari arah Tarutung. Frengky merupakan pegawai honor Pemkab Tobasa. Sopir Kadis Sosial Tobasa, Rajaipan Sinurat. Kecelakaan tak dapat dihindarkan, tepat di Jalan umum Km 229-230 Medan menuju Tarutung di Desa Lumban Pea, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasamosir.

Pengemudi mobil telah ditahan di Polsek Laguboti beserta mobil yang dikendarainya. Termasuk sepeda motor korban juga sudah diamankan oleh pihak polisi. Kabag Humas Pemkab Tobasa Robinson Siagian membenarkan mobil tersebut milik Dinas Sosial Pemkab Tobasa. “Betul mobil BB 46 E tersebut milik Pemkab Tobasa dan selama ini dipakai oleh Dinas Sosial. Robinson mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus itu sepenuhnya ke Polisi. "Kita juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut,” ujarnya

Rabu, 05 Februari 2020

SEORANG PRIA BUNUH DIRI, AKIBAT KETAHUN TELAH MENCURI AYAM

SEORANG PRIA BUNUH DIRI, AKIBAT KETAHUN TELAH MENCURI AYAM

SEORANG PRIA BUNUH DIRI, AKIBAT KETAHUN TELAH MENCURI AYAM

Komang Bakta Yasa (36) pria asal Kubutambahan, Buleleng, Bali, ditemukan tewas di gubuk Banjar Bon, Desa Belok Sidan, Badung, pada hari Selasa 4 Febuari 2020 siang. Komang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri. Kepala Sub Bagian Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa mengatakan, korban merupakan terduga pelaku pencurian ayam. Kasus pencurian tersebut terjadi sehari sebelum korban ditemukan tewas. Korban ketahuan mencuri ayam di Banjar Bon pada Senin malam. Ia lalu melarikan diri ke gubug tersebut, hingga ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri.

"Barang bukti yang ditemukan potongan tali plastik ukuran kecil. Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi," kata Oka, pada hari Rabu 5 Febuari 2020. Oka mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh pemilik gubuk bernama Wayan Suparta. Pada saat itu, Wayan pergi ke gubug untuk memberikan makan sapi. Setelah memberi makan sapi, ia membuka gubug dan melihat seorang laki-laki gantung diri. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke petugas Desa dan dilangsung di laporkan kepada pihak kepolisian. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata orang yang gantung diri tersebut adalah terduga pelaku pencurian ayam yang melarikan diri. Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tidak ada orang yang membantu. Jika anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Selasa, 04 Februari 2020

SEORANG PEGAWAI HONORER TANJUNGBALAI DITANGKAP POLISI KEDAPATAN EDARKAN NARKOBA

SEORANG PEGAWAI HONORER TANJUNGBALAI DITANGKAP POLISI KEDAPATAN EDARKAN NARKOBA

SEORANG PEGAWAI HONORER TANJUNGBALAI DITANGKAP POLISI KEDAPATAN EDARKAN NARKOBA

Seorang pegawai honorer Pemko Tanjungbalai, Bukhori alias Kepin (25) yang sehari-harinya bertugas di bagian Keprotokolan Humas di jebloskan ke dalam sel tahanan kepolisian pada sejak hari Sabtu 1 Febuari 2020. Pasalnya warga Jalan Patimura, Lingkungan III, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai kedapatan memiliki satu paket narkotika jenis sabu.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira menyebutkan tersangka ditangkap pada saat tengah berada di kawasan Jalan RA Kartini, Lingkungan V, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datukbandar, Kota Tanjungbalai. "Pada saat didatangi, tersangka kehilangan gelisah dan ada sempat membuang benda ke tanah. Ketika dicek, ternyata merupakan sebuah plastik klip transparan yang didalamnya terdapat butiran kristal yang diduga sebagai narkoba jenis sabu," kata Putu, pada hari Selasa 4 Febuari 2020.  Dari hasil introgasi terhadap tersangka, terungkap bahwa kepin mengaku sedang menunggu seseorang yang hendak membeli barang haram itu darinya.

Namun, pada sebelum proses transaksi terjadi, tersangka justru keburu ditangkap personel Polsek Datuk Bandar. "Tersangka mengakui bahwa paketan sabu itu memang miliknya untuk dijual kembali," sebutnya. Selain paketan sabu, alat komunikasi berupa satu buah ponsel merek Samsung warna hitam turut disita oleh petugas. Dijelaskan Putu, perbuatan tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Subsidair Pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Acaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara," tegasnya. Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai, Iptu Dahlan Panjaitan membenarkan bahwa tersngka merupakan Pegawai Honorer di Pemko Tanjungbalai. "Iya memang pegawai honorer. Di Keprotokolan Humas," sebut Dahlan.

Senin, 03 Februari 2020

SEORANG IBU MUDA MENINGGAL DUNIA DENGAN BAYINYA SETELAH LOMPAT DARI ATAS GEDUNG RUMAH SAKIT

SEORANG IBU MUDA MENINGGAL DUNIA DENGAN BAYINYA SETELAH LOMPAT DARI ATAS GEDUNG RUMAH SAKIT

SEORANG IBU MUDA MENINGGAL DUNIA DENGAN BAYINYA SETELAH LOMPAT DARI ATAS GEDUNG RUMAH SAKIT

Seorang ibu muda 16 tahun tewas di tempat bersama dengan anak bayinya. Keduanya meninggal dunia, setelah lompat bersamaan dari atas gedung rumah sakit. Dia melompat dan meninggal dunia pada hari Sabtu 1 Febuari 2020, sambil menggendong bayinya yang masih berusia 5 bulan. Menurut The Star, bayi perempuan itu dirawat dan telah menerima perawatan untuk infeksi paru-parunya di sebuah rumah sakit di Lahad Datu, Sabah. Bayi itu dirawat oleh rumah sakit selama 11 hari terakhir, dan sejauh ini, alasan bunuh diri korban belum diketahui. Asisten Komisaris Polisi Distrik Lahad Datu, Nasri Mansor, menyebutkan bahwa pada pukul 7:15 pagi, dokter bayi itu memerintahkan agar respiratornya dilepas karena napasnya telah kembali normal.

Namun, insiden tragis terjadi, ketika wanita itu menggending bayinya di bangsal. "Korban sedang berjalan dan menggendong bayinya di sekitar bangsal ketika dia meminta izin dari penjaga keamanan untuk pergi ke toilet," ucap dokter. Tepat setelah di lantai bawah menemukan korban dan putrinya di tanah pada pukul 07.30 pagi hari. Investigasi menunjukkan bahwa korban berasal Kampung Bakau memanjat melalui jendela bangunan rumah sakit yang terletak 60 meter dari tanah. Keduanya dinyatakan meninggal, disebabkan oleh cedera kepala yang parah.

Meskipun kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum bunuh diri, pasti sangat sulit bagi ibu muda untuk membuat pilihan ini. Kehamilan di usia muda, seperti remaja, sering kali ditentang oleh masyarakat di negara kita. Dan sebagian besar ibu remaja menderita karena ada banyak stigma negatif yang diperhadapkan dengan mereka. Belum lagi, teman-teman dan masyarakat sering memperlakukan mereka tak seharusnya, dan tidak jarang membuat mereka depresi. Seperti yang dilakukan seorang remaja berusia 16 tahun di Malaysia.

Minggu, 02 Februari 2020

SEORANG ANAK 16 TAHUN HILANG TERSERET ARUS KALI PADA SAAT MENCARI IKAN

SEORANG ANAK 16 TAHUN HILANG TERSERET ARUS KALI PADA SAAT MENCARI IKAN 

SEORANG ANAK 16 TAHUN HILANG TERSERET ARUS KALI PADA SAAT MENCARI IKAN

Seorang anak yang masih berusia 16 tahun, Adfan dilaporkan hilang terseret arus Kali Bekasi di Desa Karangsastria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada hari Minggu 2 Febuari 2020. Tim SAR sampai saat ini masih melakukan pencarian. "Korban belum berhasil ditemukan, kami masih berusaha mencarinya," kata Anggota Satgas BPBD Kabupaten Bekasi, Andika, pada hari Minggu 2 Febuari 2020 sore hari.

Korban dilaporkan hilang terseret arus Kali Bekasi pada pukul 13.30 WIB. Berdasarkan informasi yang rangkum, korban terseret arus kali tersebut sedang mencari ikan sapu-sapu bersama dua kawanannya Aji dan Angga. Di sela mencari ikan, ketiga anak tersebut berenang menyeberangi kali. Aji dan Angga lebih dulu sampai, sedangkan, korban menyusul menyeberang. Tapi sampai di tengah diduga korban kelelahan. Dia sempat dipegang, namun lepas.

Dua kawannya lalu meminta bantua kepada penduduk setempat yang lalu diteruskan ke Tim SAR. Adapun ciri-cirinya, menggenakan kaos oblong abu-abu pendek dan celana pendek motif loreng serta memakai sarunga tangan berwarna merah. Dalam sepekan ini, sudah ada dua anak hilang terseret arus sungai tersebut. Pada sebelumnya, Fabri Fairus (12), hilang terbawa arus Kali Bekasi di Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada hari Jumat yang lalu. Fahri lalu ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada haru Sabtu siang(1 Febuari 2020 sekitar pukul 13.40 WIB.

Sabtu, 01 Februari 2020

WARGA MENANGKAP SEEKOR BUAYA SEPANGJANG 1 METER DI SUNGAI RANCAH BANJARBARU

WARGA MENANGKAP SEEKOR BUAYA SEPANGJANG 1 METER DI SUNGAI RANCAH BANJARBARU

WARGA MENANGKAP SEEKOR BUAYA SEPANGJANG 1 METER DI SUNGAI RANCAH BANJARBARU

Seekor buaya yang sempat meresahkan warga Sungai Rancah Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru ditangkap Kemunculan buaya anakan yang masih berukuran kecil dengan panjang satu meteran ini suddah diketahui warga dalam beberapa pekan terakhir ini. Pada hari Jumat, 31 Januari 2020 malam hari, buaya ini berhasil ditangkap oleh warga sekitar dan buaya diikat dengan menggunakan tali dan mulutnya di bungkus dengan menggunakan kain. Lurah Palam, Katimin membenarkan dengan ditangkapnya buaya di Sungai Rancah.

"Buaya itu berhasil ditangkap oleh warga kita. Buaya ditemukan pak Yusuf di belakang rumahnya. Buaya juga berhasil ditangkap pada hari Jumat malam," katanya, pada hari Sabtu 1 Februari 2020. Pada sebelumnya buaya itu ditangkap, disebutkannya memang ada sebagian warga yang melihat dan khawatir dengan adanya kemunculan buaya itu. Apalagi, informasi dari warga ada dua buaya yang diketahui kemunculannya. Satu buaya maish belum berhasil ditangkap. "Kami menghimbau kepada warga agar lebih waspada dan selalu berhati-hati. Terutama bagi anak-anak jangan dibiarkan mandi di kolam ataupun sungai yang diduga tempat persembunyian buaya. Kemungkinan masih ada lagi buaya di sekitar Sungai Rancah ini," bebernya.

Buaya yang diperkirakan lebih dari 10 kilogram dengan panjang lebih dari satu meter yang masih ditempatkan di rumah Yusuf. Buaya tersebut diikat menggunakan tali dan mulutnya dibalit dengan kain. Buaya ini bahkan jadi tontonan warga dan banyak yang berfoto dengan buaya ini. Penangkapan buaya itu dilakukan oleh Yusud dengan cara memasang jebakan di belakang rumahnya. Masyarakat setempat juga berupaya untuk kembali menangkap satu ekor buaya yang diketahui masih berkeliaran di sekitar sungai Rancah.

SEORANG SOPIR TRUK BATU BARA MENDADAK TEWAS DI WARUNG KOPI

SEORANG SOPIR TRUK BATU BARA MENDADAK TEWAS DI WARUNG KOPI  Hingga saat ini penyebab meninggalnya sopir truk batu bara, Rudi (54) di Ke...